Ada Apa Dengan Shalat?

Di negeri asal Usamah bin Laden, Kerajaan Arab Saudi, banyak bertebaran buku-buku saku, buletin, atau selebaran sejenis dibagikan secara gratis di masjid-masjid. Isinya tulisan petunjuk agama Islam yang sangat dasar, seperti tata cara shalat dan wudhu, dzikir dan doa setelah shalat, hingga tema-tema tulisan yang mengingatkan kita tentang akhirat. Aslinya berbahasa Arab, tapi sebagian telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, sesuai dengan beragamnya asal negara umat Islam yang bermukim di negeri kaya minyak ini. Berikut ini yang saya terjemahkan tentang shalat dari judul aslinya "at-Tahdzir Man Taraka Shalat" yang diterbitkan oleh "al-Qism al-'Ilmi bi Madar al-Wathan". Semoga bermanfaat.


Peringatan Bagi yang Meninggalkan Shalat

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah wahdahu, wa shalatu wa salam 'ala man la nabiyya ba'dahu, 'ammaa ba'du…..

Shalat……. Apa yang kamu ketahui tentang shalat? Shalat adalah amal kesayangan nabi Muhammad saw dan pekerjaan yang paling disenanginya.

Shalat merupakan tanda iman seseorang dan batas pemisah antara iman dan kufur.

Sabda Rasulullah saw: "Antara (yang membedakan) seorang hamba (Allah) dan syirik, ataupun kufur, (adalah) meninggalkan shalat." (HR. Muslim).

Rasulullah saw bersabda: "Perjanjian antara kami (muslim) dan mereka (kafir) adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkannya maka telah kafir." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Jika seseorang meniggalkan shalat, apa lagi yang tersisa dari agamanya?! Dia telah melepaskan kepala dari jasad tubuh, apakah masih ada tubuh yang tersisa hidup tanpa kepala??!!!

Sesungguhnya meninggalkan shalat merupakan musibah terbesar yang memungkinkan terjadi pada manusia….. Meninggalkan shalat adalah musibah paling besar dari kehilangan harta atau anak atau kesehatan, meninggalkan shalat berarti sama dengan kehilangan kehidupan. Ini karena jika seseorang mati dalam keadaan meninggalkan shalat maka dia akan tergolong ke dalam "kelompok kiri" yang akan diadzab di neraka jahanam. Allah swt berfirman: "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat," (QS. Al-Mudatsir 42-43). Mereka yang demikian ini, telah memilih jalannya dan sampailah kepada tujuan akhir mereka (akibatnya).

Dan saat Allah mengatakan kepada sebagian orang yang mendirikan shalat: "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya." (QS. Al-Ma'un: 4-5). Semoga kita yang tidak termasuk yang melalaikan shalat, apalagi lalai shalat secara menyeluruh. Dan saat Nabi saw bersabda kepada sebagian orang yang mendirikan shalat: "Amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah amalan shalatnya, jika baik shlaatnya maka dia beruntung dan berhasil. Dan apabila rusak shalatnya maka gagal dan merugilah dia. (HR. Tirmidzi). Bagaimana dengan keadaan orang yang tidak shalat sama sekali?

Abu Hurairah ra. Berkata: "Para sahabat Rasulullah saw tidak melihat sesuatu dari segala pekerjaan yang mengakibatkan seseorang menjadi kufur kecuali meninggalkan shalat." Dan berkata Umar bin Khatab ra.: "Adapun sesungguhnya tidak ada kebahagiaan bagi seseorang di dalam Islam jika telah meninggalkan shalat."

Maka wahai hamba Allah, Apakah yang kau merindukan untuk munajat kepada Tuhanmu? Apakah kau inginkan hatimu dan jiwamu tenang? Apakah kau mengharapkan turunnya kasih sayang dan ampunan Allah kepadamu? Siapa yang tidak mengingikan hal itu semua? Oleh karenanya, shalatlah, cintailah, perhatikan, dan jagalah shalat, jadikan shalat bagian dari kesibukanmu, perbaikilah doa-doamu, jangan kau akhirkan waktu shalatmu, dirikanlah dengan saudara-saudaramu di rumah-rumah Allah saat adzan memanggilmu. Dan risalah ini memberitakan kabar gembira yang menyenangkan untukmu, agar hatimu tersinari dan dadamu lapang, menjadikanmu termasuk orang yang sukses di dunia dan akhirat.[]

Bekal Hidup Setelah di Dunia

Hari berganti melewati waktu. Bak lilin menyala; bertambah pendek, bertambah usia kita; redup cahayanya, kita mati. Kita yakin bahwa ada hidup setelah mati di alam akhirat. Di dunia saat ini, kita hidup hanya puluhan tahun saja, tapi di akhirat tak terhingga waktu. Di alam setelah dunia ini, kita akan memetik buah hasil amal perbuatan kita. Semakin banyak amal shalih, buahnya manis. Tanpa amal shalih, balasannya pun setimpal. Tulisan ini terinspirasi dari buku "Ammin Mustaqbalak" karya Abdul Lathif Al-Ghamdi. Semoga bermanfaat.

Dimana Sebenarnya Masa Depan Kita?
Dari Ibn Umar menceritakan bahwa Rasulullah saw memegang bahuku, kemudian beliau saw bersabda: "Jadilah di dunia seakan-akan kamu orang asing atau orang yang sedang menyeberang jalan." (HR. Tirmidzi)

Masa depan hakiki yang tidak dapat kita hindari adalah kematian. Namun, kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Dari kematian kemudian dibangkitkan di alam yang berbeda dengan dunia, di mana manusia akan dikelompokkan menjadi dua golongan besar; penduduk surga (ahlu jannah) dan penduduk neraka (ahlu naar). Apakah yang kita cita-citakan, menjadi ahlu jannah atau ahlu naar? Kita selalu saja mengharapkan surga, tempat di mana disediakan segala kenikmatan, keindahan, dan kebahagiaan sejati. Cita-cita meraih tempat inilah yang disebut kesuksesan sejati dari hidup di dunia.

Firman Allah swt: "Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr: 20)

Sahabat Sejati
Hanya ada satu sahabat sejati yang akan setia menemani kita hingga ke dalam lubang kubur yang gelap sekalipun. Sahabat ini tidak akan pernah meninggalkan dan mengkhianati kita, selalu setia dan mengiringi kita. Dialah amal shalih yang kita kerjakan selama hidup di dunia. Dan sering kali sahabat sejati ini kita remehkan, kita lebih mementingkan selainnya yang tidak dapat membantu ketika dalam alam kubur.

Dari Anas ra, bersabda Rasulullah saw: "Ada tiga sahabat akrab, sahabat yang pertama mengatakan 'aku bersamamu hingga kau mendatangi pintu Penguasa alam, kemudian aku kembali dan meninggalkanmu'. Mereka itu adalah keluarga dan kerabatmu. Mereka mengantarkanmu hingga ke kuburanmu, kemudian kembali dan meninggalkanmu. Adapun sahabat yang mengatakan kepadamu 'milikmu apa saja yang kau berikan, dan apa yang kau genggam bukanlah milikmu.' Sahabat ini adalah hartamu. Sedangkan sahabat yang mengatakan 'aku bersamamu ke mana saja kau masuk dan keluar.' Inilah dia amal perbuatanmu. Maka berkata (orang yang meninggal) 'demi Allah, sungguh aku telah meremehkanmu dari yang lainnya." (HR. al-Hakim)

Amal Shalih yang Tidak Akan Terputus
Ada beberapa amal shalih yang terus berkesinambung menambah kebaikan meski kita telah meninggal dunia. Amal ini tetap hidup dan mengalir ke akhirat. Dan yang luar biasa, apa yang kita tanam dari kebaikan selama hidup akan kita petik hasilnya berlipat-lipat di akhirat kelak. Di antara amal shalih yang tidak akan terputus adalah amal sedakah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang berdoa untuk orang tuanya yang meninggal.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw bersabda: "Jika anak Adam meninggal, terputus semua amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan yang meninggal." (HR. Muslim)

Jumhur ulama membagi amal shalih selama hidup dalam dua kelompok, pertama, amal jasmani di antaranya shalat, puasa, dan membaca al-Qur`an. Dan kedua, amal harta, di antaranya sedekah, membayar denda atas larangan (kafarat), dan membelanjakan hartanya untuk membela agama. Sedangkan berhaji merupakan amalan yang terkandung dua jenis amal shalih di atas.

Semoga kita bisa mengerjakan amal shalih sebanyak yang dapat kita kerjakan sebelum ajal menjemput kita, amin ya Rabbal 'alamin.[]

Posting Lama

Blogger Template by Blogcrowds